Kasus Cybercrime

1. Hacker Anonymous Serang Israel

Islam Times-“Anda telah menunjukkan bahwa Anda tidak menghormati hukum internasional,” kata Anonymous dalam sebuah pernyataan pada rezim Israel. Website Israel menjadi target serangan cyber besar-besaran dalam sebuah ajang solidaritas terhadap Palestina yang dilakukan oleh kelompok hacker Anonymous. Kelompok itu sebelumnya mengancam akan menghapus Israel dari internet.

Beberapa website termasuk situs Bank of Israel, Otoritas Pajak, dan Biro Pusat Statistik menjadi target empuk serangan cyber pada Sabtu malam (6/4/13). Anonymous bersumpah akan menghapus Israel dari internet dengan menonaktifkan website Israel dalam operasi yang disebut ‘Op-Israel. “Anda telah menunjukkan bahwa Anda tidak menghormati hukum internasional,” kata Anonymous dalam sebuah pernyataan pada rezim Israel. Pada tanggal 7 April, elit cyber skuadron dari seluruh dunia telah memutuskan untuk bersatu dalam solidaritas dengan rakyat Palestina untuk mengganggu dan menghapus Israel dari dunia maya,” tambah pernyataan Anonymous sambil mencantumkan 1.300 situs Israel yang menjadi target. Harian Israel Haaretz melaporkan pada hari Minggu (07/04/13) bahwa hacker juga menyerang hampir 19.000 akun Facebook Israel.

Program ‘Op-Israel’ diluncurkan oleh Anonymous dalam Perang 8 Hari Israel di Jalur Gaza pada bulan November 2012. Sekitar 700 website Israel telah diserang  berulang kali. Bahkan menurut Haaretz, Anonymous memposting online data pribadi dari 5.000 pejabat Israel, termasuk nama, nomor ID dan email pribadi.

2. Don Fanucci

Di usia 15 tahun, Don Fanucci melakukan suatu rangkaian serangan pada bulan Februari 2000 terhadap beberapa situs web komersil ber-traffick tinggi. Dia dihukum tahanan kota di tempat tinggalnya, Montreal, Quebec, pada 12 September 2001 selama delapan bulan dengan penjagaan terbuka, satu tahun masa percobaan, pembatasan pemakaian Internet, dan denda. Kerusakan ekonomi secara global sebagai akibat serangan-serangannya itu diyakini mencapai 7,5 juta hingga 1,2 milyar dollar.

3. Peretasan Sony Pictures Entertainment

Peretasan terhadap Sony Pictures Entertainment terjadi pada 24 November 2014. Hari itu para karyawan perusahaan perfilman itu menemukan kejutan aneh: sebuah gambar tengkorak warna merah muncul di komputer-komputer mereka.
Bersama dengan itu, tampil jua pesan bahwa ada rahasia perusahaan yang akan dibocorkan. Email perusahaan pun ditutup, akses VPN bahkan Wifi dipadamkan seiring tim admin IT mereka berusaha memerangi penyusup itu.

1543056Red-Skeleton780x390

Selanjutnya terjadi kehebohan besar. Kelompok peretas yang mengaku sebagai Guardian of Peace (GoP) pun menyebarkan lebih dari 40GB data rahasia perusahaan tersebut. Di antara data yang bocor itu termasuk data medis karyawan, gaji, tinjauan kinerja, bayaran untuk para selebriti, nomor jaminan sosial, serta salinan beberapa film yang belum dirilis.

Ada dugaan bahwa peretasan ini masih akan berbuntut panjang. Para peretas mengklaim ada total 100 TB data yang berhasil mereka curi, termasuk seluruh database email. Data 40GB yang sudah dibocorkan, hanyalah bagian kecil dari itu.
Terkait peretasan ini, Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa pelakunya adalah Korea Utara. Namun tuduhan itu dibantah. Bahkan negeri komunis itu sempat menawarkan kerjasama untuk menyelidiki pelakunya.

4. Kasus Jual Bayi Murah

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang membeberkan asal muasal foto anak Ruben muncul di akun instagram jual bayi cantik. Seperti apa ceritanya?

“Awalnya Ruben membawakan suatu acara dan memberikan sedikit statement terkait masalah jual beli bayi murah yang ada di Polres Jatinegara. Esoknya kemudian Ruben diinformasikan kalau ada akun yang dibuka khusus jual bayi cantik itu dan terdapat fotonya anak Ruben. Jadi kalau dilihat dari peristiwa hukum, patut diuga bahwa ini dilakukan oleh orang-orang yang tidak menyukai Ruben atau pekerjaan yang pada waktu itu sedang dijalankan oleh Ruben sebagai host. Jadi pasti ke sana arahnya,” terang Minola Sebayang saat ditemui tabloidnova.com di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (10/7). Menurut keterangan Ruben, foto anaknya muncul sejak dirinya memberikan komentar pedas pada pelaku akun Jual Bayi Murah yang ramai diberitakan media massa.

Pada saat menjadi pembawa acara di program tersebut, Ruben memberi komentar kepada pemilik akun jual bayi murah tersebut. “Pada saat itu saya mengomentarinya dengan tingkat emosi sebagai orang tua. Saya bilang ‘Ini tega banget ya, ini benar-benar perilaku binatang yang memang enggak ada rasa’. Saya rasa semua orang memiliki tingkat emosi ketika anaknya diperlakukan seperti itu dan hal itu normal buat saya. Hari itu saya bawakan acaranya dan besok paginya sudah ada akun itu buat anak saya,” jelas Ruben.

5. Kasus Mama Minta Pulsa

Jakarta – Effendi (36), bos penipuan SMS ‘Mama Minta Pulsa’ dan 13 orang lainnya ditetapkan menjadi tersangka kasus penipuan. Peran mereka berbeda-beda mulai dari penyedia dana hingga pengirim pesan.”Kami menangkap 14 pelaku, 1 tokoh utama dan 13 pelaku yang di lapangan. Pelaku SMS dengan berbagai modus dari yang “Mama Minta Pulsa sampai minta transfer dengan menggunakan kata-kata yang cukup cantik dan trik-trik,” kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Khrisna Murti saat konfrensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (7/11/2015).

Para pelaku ditangkap di lokasi berbeda pada 29 Oktober dan 31 Oktober 2015. Penangkapan pertama, empat pelaku dibekuk di Villa Orchid Garden Blok G3 Kampung Bengkok Barat RT 01/02 Desa Sindang Jaya Kecamatan Cipanas,  Kabupaten Cianjur,  Jawa Barat pada Kamis 29 Oktober 2015 pukul 16.00 WIB. Mereka berinisial MZ alias ZN, RA alias R, AR alias A, dan CA. Keempatnya berperan mengirimkan SMS secara acak ke ribuan nomor handphone, menggunakan handphone yang terhubung dengan laptop (SMS Caster) dan sebagai operator (menerima telepon dari korban). Sedangkan tersangka AR alias RS yang berperan menyediakan nomor rekening berikut kartu ATM yang digunakan menerima atau menampung uang hasil kejahatan dan sarana prasarana lainnya dan sebagai operator (menerima telepon dari korban) hingga kini masih buron.

“Para tersangka melakukan penipuan terhadap korban atas nama saudara David Suyandi pada tanggal 25 dan 26 September 2015 dan mengakibatkan korban mengalami kerugian materil sejumlah Rp 30.080.357,” ujar Khrisna. Penangkapan kedua, kata Khrisna, masih pada tanggal yang sama 29 Oktober 2015. Pada pukul 19.30 WIB, 4 tersangka ditangkap di Perumahan Taman Palm Blok BB 19A Kelurahan Sindang Raya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Keempat tersangka itu berinisial EW alias EK, EH alias EE, dan RAM serta MADN alias IG. Ketiga tersangka  EW, EH  dan RAM berperan mengirimkan SMS secara acak ke ribuan nomor handphone, menggunakan handphone yang terhubung dengan laptop (SMS Caster) dan sebagai operator (menerima telepon dari korban). Sedangkan MADN berperan menyediakan nomor rekening berikut kartu ATM yang digunakan menerima atau menampung uang hasil kejahatan dan sarana prasarana lainnya.

“Para tersangka melakukan penipuan terhadap korban atas nama saudari Rianah pada tanggal 24 Juni 2015 dan memgakibatkan korban mengalami kerugian sejumlah Rp 24.000.000,” kata Khrisna. Terakhir, penangkapan di Jalan Kolonel Masturi, Kampung Kanca RT 05/15 Desa Cihideng, Kecamatan Parompong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada 31 Oktober 2015 sekitar pukul 10.00 WIB. Ada lima tersangka yang dibekuk. Mereka berinisial  K B alias K, TT alias TJ, H alias ED,  HW alias H, dan IH alias IB. Kelimanya berperan  mengirimkan SMS secara acak ke ribuan nomor handphone, menggunakan handphone yang terhubung dengan laptop (SMS Caster) dan sebagai operator (menerima telepon dari korban). Dari pengembangan kasus ini,  Effendi, bos tipu-tipu SMS ‘Mama Minta Pulsa’ ini ditangkap di kampung halamannya di Sulawesi Selatan pada 3 November 2015. Effendi merupakan komplotan Bandung. Ia ditangkap saat razia di jalur Trans Sulawesi. “Effendi ini menyiapkan uang, sewa rumah, fasilitas . Ada operator bagian ngirim, ada operator bagian nerima, operator penampung,” kata Khrisna.

“Para tersangka melakukan penipuan terhadap korban atas nama Saudari Rini Mulyani pada tanggal 28 September 2015 dan mengakibatkan korban mengalami kerugian materil sejumlah Rp 2.998.757,- Para tersangka ini berhasil ditangkap atas laporan Rini,” ujarnya.

Sumber:

http://cybermatef1.blogspot.co.id/2013/04/contoh-kasus-cybercrime-di-luar-negeri.html

http://buatanpararemaja.blogspot.co.id/2012/10/contoh-kasus-cyber-crime-di-seluruh.html

http://tekno.kompas.com/read/2014/12/29/09190067/7.kasus.hacking.paling.heboh.di.2014

http://www.tribunnews.com/seleb/2015/07/10/ini-ceritanya-ruben-onsu-sampai-terkait-kasus-jual-beli-bayi-di-sosial-media

http://news.detik.com/berita/3064828/14-tersangka-sms-penipuan-ditangkap-ini-peran-bos-mama-minta-pulsa-cs

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s